Mitos atau Fakta

6 Mitos Pernikahan dalam Tradisi Aceh, Cek Dulu Mungkin Kamu Pernah Mengalaminya

Pernikahan Aceh Tommy Kurniawan

SelidikiAceh – Mitos, tidak lain adalah cerita prosa rakyat yang menceritakan kisah yang berlatar belakang masa lalu mengandung penafsiran alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya serta dianggap benar-benar terjadi oleh empunya cerita atau penganutnya.

Cerita-cerita berupa mitos itu sangat diyakini kebenaran oleh masyarakat, sehingga cerita itu terus diceritakan secara turun-temurun. Dan semua daerah dan suku di Indonesia, bahkan diberbagai suku di dunia, memiliki mitos-mitos. Tidak kecuali, mitos itu juga melekat pada masyarakat Serambi Mekah, Aceh.

Mungkin Anda heran, Aceh yang terkenal kuat iman keislamannya itu, tumbuh pula sejumlah mitos. Tetapi, itulah sosok masyarakat kita, bahwa meskipun di masyarakat itu tingkat iman keagamaannya begitu tinggi, entah masyarakat Aceh, Minang dan Bugis yang identik dengan iman keislamannya, Batak dan Menado yang identik dengan kekristenannya, atau Flores yang identik dengan iman kekhatolikannya, tetap saja bisa tumbuh sejumlah mitos yang terus berkembang hingga di zaman modern ini.

Berbicara tentang mitos di Aceh, saat ini mitos yang paling dipercaya adalah tradisi tentang pernikahan.

Seperti dikutip Selidiki dari Atjehpost, berikut ini beberapa kepercayaan masyarakat tentang pernikahan yang dilestarikan hingga saat ini adalah:

1. Pernikahan tidak boleh dilakukan siang hari

Beberapa kelompok masyarakat di berbagai daerah di Aceh percaya bahwa pernikahan di siang hari akan berakibat buruk terhadap keharmonisan rumah tangga nantinya. Siang hari diidentikan dengan panas.

2. Pengantin pria dilarang keluyuran menjelang pernikahan

Para pengantin pria di beberapa kabupaten kota di Aceh dilarang keluyuran di malam hari menjelang pernikahan. Ini karena prilaku tersebut dianggap tidak baik bagi keharmonisan rumah tangga serta ditimpa kemalangan.

3. Remaja Aceh dilarang makan nasi di piring retak

Remaja di Aceh, baik pria dan wanita, dilarang makan dan minum dari gelas atau piring yang retak. Jika kebiasaan ini dilanggar, maka sang pemuda atau pemudi tersebut, dikhawatirkan akan mendapatkan jodoh yang cacat, atau minimal cacat moral.

4. Wanita muda dilarang duduk di pintu masuk

Para wanita muda di Aceh dilarang duduk atau tidur di pintu masuk rumah. Bagi yang melanggar, menurut kepercayaan masyarakat, akan susah mendapatkan jodoh serta dilangkahi oleh saudaranya dalam urusan jodoh.

5. Remaja Aceh dilarang mengambil nasi di atas kompor

Bagi para remaja yang melanggar tradisi ini, menurut kepercayaan masyarakat, akan mendapatkan jodoh yang lebih tua atau jelek.

6. Pengantin yang wajahnya berkerut di hari pesta harus diperlihatkan pantat belanga

Tradisi ini masih berkembang di beberapa daerah Aceh. Dimana, ketika ada pasangan yang berwajah cemberut atau hitam di hari pesta pernikahan, maka keluarga diharuskan memperlihatkan pantat periuk atau belanga.

Percaya atau tidak, tradisi ini masih berjalan di beberapa daerah Aceh. Itulah 6 mitos pernikahan dalam Tradisi Aceh yang kerap sekali kita temui dalam kehidupan sehari-hari di Aceh. Apa kamu pernah mengalaminya? Beritahu kami di kolom komentar!

Terpopuler

To Top